Tohom juga mengingatkan bahwa percepatan persetujuan PP untuk enam KEK baru perlu dibarengi dengan evaluasi ketat terhadap kesiapan lahan, kepastian investor, daya dukung lingkungan, dan skema manfaat ekonomi bagi warga lokal.
“Kita mendukung percepatan, tetapi percepatan harus tetap cermat, transparan, dan terukur agar KEK benar-benar menjadi instrumen pembangunan jangka panjang,” ucapnya.
Baca Juga:
Potensi Investasi KEK Capai Rp846 Triliun, MARTABAT Prabowo-Gibran: Negara Harus Siap Eksekusi
Ia menilai arah pemerintahan Prabowo-Gibran untuk membangun ekonomi yang kuat, produktif, dan berdaulat akan semakin terlihat apabila KEK mampu menjadi jembatan antara investasi besar dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“MARTABAT Prabowo-Gibran melihat KEK sebagai peluang besar untuk menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi nasional dapat berjalan cepat, tertib, inklusif, dan memberi harapan baru bagi rakyat Indonesia,” tutup Tohom.
[Redaktur: Sobar Bahtiar]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.