Ia menjelaskan bahwa penggunaan kendaraan listrik di lingkungan Kementerian Perdagangan terus menunjukkan peningkatan.
Saat ini sekitar 15 persen pegawai di Kemendag RI telah menggunakan kendaraan listrik sebagai moda transportasi sehari-hari.
Baca Juga:
PLN Hadirkan Listrik 24 Jam di Noemuke, 149 KK Kini Nikmati Terang dan Peluang Baru
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kesadaran terhadap penggunaan energi yang lebih bersih mulai tumbuh di lingkungan pemerintahan.
"Harapan kami, semakin banyak SPKLU, akan semakin banyak orang yang menggunakan mobil listrik. Dulu mungkin ketika belum banyak kadang-kadang orang ragu-ragu, tapi sekarang sudah semakin banyak, kita mau nunggu saja sudah enggak ada masalah, sudah banyak SPKLU sehingga memudahkan. Dan nge-charge-nya hanya 30 menit, ya 30 menit selesai," ucap Budi.
SPKLU ultra fast charging yang berada di Kantor Kemendag RI tersebut sebelumnya telah menjalani masa uji coba operasional sejak Desember 2025.
Baca Juga:
Dukung Ekosistem Digital Indonesia, PLN Siapkan Pasokan Listrik Andal bagi Pusat Data Berbasis AI
Selama masa uji coba, tingkat pemanfaatannya terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu.
Hingga Februari 2026, tercatat sebanyak 2.460 transaksi pengisian listrik telah dilakukan pada tiga unit SPKLU yang masing-masing memiliki kapasitas 120 kilowatt (kW). Total energi listrik yang telah tersalurkan mencapai 62.598 kW.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo turut menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara kedua belah pihak.