Lebih lanjut, Darmawan menyampaikan bahwa kondisi kelistrikan di berbagai lokasi prioritas terpantau aman dan terkendali.
PLN memfokuskan pengamanan di 4.429 titik vital yang terdiri dari 2.044 tempat ibadah, 706 titik transportasi, 439 lokasi keramaian, 426 pusat perbelanjaan, serta 814 rumah sakit.
Baca Juga:
Cerita Pemudik Ikut Program PLN: Hemat Biaya hingga Perjalanan Lebih Aman
Potret petugas PLN saat bersiaga di salah satu masjid di Banjarbaru, Kalimantan Selatan untuk memantau keandalan listrik saat masyarakat melaksanakan Salat Idulfitri 1447 Hijriah.
“Lokasi-lokasi prioritas terpantau aman dan terkendali tanpa adanya gangguan kelistrikan. Kami terus melakukan pemantauan secara intensif agar masyarakat dapat menjalankan aktivitas pada momen Idulfitri ini dengan lancar,” tambahnya.
Di wilayah Indonesia bagian timur, General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), Sri Heny Purwanti, memastikan sistem kelistrikan di NTB dalam kondisi prima selama Idulfitri.
Baca Juga:
PLN Siagakan 72 Ribu Personel, Pastikan Listrik Andal Selama Idulfitri 1447 H
Pada sistem Lombok, beban listrik saat Salat Idulfitri mencapai 326 megawatt (MW) dengan daya mampu 380 MW dan cadangan sebesar 54 MW.
Sementara pada sistem Tambora di Pulau Sumbawa, beban puncak mencapai 139 MW dengan daya mampu 188 MW, sehingga tersedia cadangan 49 MW.
“Dengan cadangan daya yang tersedia, sistem kelistrikan NTB berada dalam kondisi cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat selama perayaan Idulfitri, termasuk saat pelaksanaan Salat Idulfitri,” tutur Sri.