“Kami terus mengedukasi masyarakat agar semakin cerdas dalam bertransaksi, terutama di era digital. Jangan sampai konsumen dirugikan karena tidak memahami haknya,” ucapnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti mengimbau masyarakat lebih teliti saat berbelanja, baik secara langsung maupun melalui platform perdagangan melalui sistem elektronik (PMSE). Ia meminta konsumen memastikan tempat bertransaksi memiliki sistem perlindungan konsumen yang jelas.
Baca Juga:
ASEAN Harus Tetap Terbuka dan Tangguh Hadapi Ketidakpastian Global
“Jadilah konsumen yang cerdas agar dapat berbelanja dengan aman dan nyaman. Konsumen cerdas artinya memperhatikan informasi produk, membandingkan harga, serta memastikan kredibilitas pelaku usaha sebelum bertransaksi,” ujar Roro.
Roro juga membagikan sejumlah tips agar masyarakat menjadi konsumen yang cerdas, di antaranya berbelanja di platform resmi, membeli sesuai kebutuhan, membandingkan harga dan kualitas produk, serta memeriksa label, komposisi, tanggal kedaluwarsa, dan label Standar Nasional Indonesia (SNI).
Selain itu, masyarakat juga diimbau menyimpan bukti transaksi seperti struk, nota, atau bukti pembayaran digital guna mempermudah proses pengaduan jika terjadi masalah. Dokumentasi video saat membuka paket atau unboxing juga dinilai penting sebagai salah satu syarat pengajuan komplain.
Baca Juga:
Di Balik Merdunya Kicau Burung, Ada Harapan Perajin Sangkar Lokal
Salah satu peserta kegiatan, Azhar Rinjani dari Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta, menilai peringatan Harkonas penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai hak dan kewajiban sebagai konsumen.
Menurut dia, berbagai stan interaktif dalam acara tersebut memberikan edukasi langsung terkait kewaspadaan terhadap kejahatan digital seperti phishing dan penipuan melalui telepon, termasuk materi yang disampaikan oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Ia menilai tantangan utama generasi muda saat ini adalah rendahnya literasi konsumen di tengah tingginya konsumsi konten digital yang serba cepat. Karena itu, ia mendorong adanya program edukasi yang lebih masif agar masyarakat menjadi konsumen yang kritis dan bijak.