WAHANANEWS.CO, Jakarta - Konsumen Indonesia kini makin “galak” saat berbelanja online karena harga murah saja sudah tidak cukup untuk mempertahankan loyalitas pelanggan jika bisnis lambat merespons chat dan tidak transparan memberikan informasi.
Riset SleekFlow yang dirilis Minggu (24/5/2026) menunjukkan perilaku konsumen digital Indonesia mengalami perubahan besar dengan meningkatnya tuntutan terhadap layanan cepat, komunikasi relevan, dan respons real-time dari pelaku usaha.
Baca Juga:
Bakal Muncul 1 Miliar Konsumen Digital Baru, Ini Dampaknya ke Perdagangan Digital
Sebanyak 87,7 persen responden tercatat masih aktif berbelanja melalui online marketplace, namun pola loyalitas pelanggan kini mulai bergeser dari sekadar harga murah menuju kualitas interaksi digital yang diberikan bisnis kepada konsumen.
Temuan tersebut memperlihatkan konsumen kini semakin kritis dan selektif dalam menentukan pilihan saat berbelanja secara online.
Sebanyak 81 persen responden bahkan memilih WhatsApp sebagai kanal komunikasi utama ketika berinteraksi dengan bisnis selama proses pembelian berlangsung.
Baca Juga:
Studi Menyatakan Terdapat Potensi 1 Miliar Konsumen Digital Native dari Generasi Baru
Kondisi itu memperlihatkan pola belanja digital masyarakat Indonesia semakin mengarah pada konsep “chat-first” yang mengutamakan komunikasi cepat dan mudah diakses.
Sebanyak 46 persen konsumen disebut langsung kehilangan minat membeli jika tidak mendapatkan balasan dalam waktu lima menit saat menghubungi bisnis melalui platform digital.
Sementara itu, sebanyak 72 persen responden mengaku tidak bersedia menunggu lebih lama setelah melewati batas waktu tersebut sehingga kecepatan respons kini menjadi faktor penting dalam mempertahankan peluang transaksi.