Tulus mengatakan sektor perumahan masih menjadi salah satu sumber pengaduan konsumen paling dominan di Indonesia.
Selama hampir 30 tahun berkecimpung di YLKI, ia melihat laporan terkait perumahan terus berada di posisi atas dalam sekitar 15 tahun terakhir.
Baca Juga:
TNI AU dan Kementerian PKP Bahas Rusun Prajurit, Fokus di Lampung
Pengaduan tersebut bersaing dengan masalah jasa keuangan dan pinjaman online yang juga banyak merugikan masyarakat.
“Pengaduan masalah perumahan cukup dominan dari seluruh komoditas yang diadukan oleh konsumen, mulai dari perumahan, jasa keuangan, dan sekarang pinjol saling berkejaran,” ujar Tulus.
Ia menilai kondisi itu menjadi sebuah paradoks karena pengaduan konsumen masih didominasi persoalan yang menyentuh kebutuhan paling mendasar.
Baca Juga:
Pemerintah Gelontorkan Rp22,6 Miliar untuk Perbaikan Permukiman di Samosir
Sektor tersebut mencakup perumahan, listrik, telekomunikasi, hingga layanan jasa keuangan.
Menurut Tulus, rumah merupakan kebutuhan dasar yang memiliki posisi sama pentingnya dengan pangan dan energi.
“Masalah perumahan atau papan menjadi basic need selain pangan dan energi,” katanya.