Pria asal Bengkulu ini bahkan telah empat tahun berturut-turut menunda mudik ke kampung halaman.
Sejak bergabung dengan PLN pada tahun 2018, ia memahami bahwa periode Lebaran merupakan salah satu momen paling krusial dalam menjaga stabilitas listrik nasional.
Baca Juga:
Dukung Mudik Ramah Lingkungan, PLN Perkuat Infrastruktur SPKLU di Jalur Trans Jawa
Personel PLN ULP Jayapura Kota, Zahro Ardhillah terus memantau keandalan sistem kelistrikan melalui radio komunikasi pada malam hari menjelang Idulfitri 1447 Hijriah (20/3/2026). Ia rela melewatkan momen kumpul keluarga di kampung halaman agar suplai listrik tetap aman dan masyarakat Jayapura dapat merayakan Idulfitri dengan tenang.
“Kami mungkin tidak terlihat, tapi kami adalah bagian dari kebahagiaan masyarakat. Saat listrik tetap andal dan ibadah berjalan tenang, itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami,” ujar Riki.
Kerinduan terhadap keluarga tentu menjadi hal yang tak terelakkan. Namun, Riki memilih menempatkan tanggung jawabnya sebagai prioritas utama, demi kepentingan yang lebih luas.
Baca Juga:
Cerita Pemudik Ikut Program PLN: Hemat Biaya hingga Perjalanan Lebih Aman
"Pasti ada rasa sedih tidak bisa berkumpul. Tapi saya selalu berpikir, kalau saya tidak di sini, siapa yang memastikan listrik tetap menyala untuk masyarakat? Mereka (keluarga) selalu bilang, 'Kerjakan tugas dengan baik, kami bangga!' Itu yang membuat saya tetap kuat,” tuturnya.
Semangat pengabdian serupa juga ditunjukkan oleh Zahro Ardhillah (26), salah satu srikandi PLN asal Pacitan, Jawa Timur.
Ia telah mengabdi selama tiga tahun dan kini bertugas di Unit Layanan Pelanggan (ULP) Jayapura Kota, Papua.