"Ini bukan kali pertama saya ditempatkan sebagai tim siaga, dan saya merasa sangat bersyukur diberi kepercayaan ini. Meskipun jauh dari pelukan orang-orang tercinta, dukungan dan doa mereka jadi sumber semangat saya dalam menjalankan tugas," ucap Hanif.
Di tengah keterbatasan, teknologi menjadi penghubung antara Hanif dan keluarganya di kampung halaman.
Baca Juga:
Dukung Mudik Ramah Lingkungan, PLN Perkuat Infrastruktur SPKLU di Jalur Trans Jawa
“Biasanya setelah salat saya langsung sungkem dengan keluarga, sekarang gantinya lewat layar handphone dengan video call. Sudah menjadi komitmen kami sebagai insan PLN untuk hadir menjaga listrik tetap andal, terutama di momen seperti Idulfitri. Kami ingin masyarakat bisa merayakan Lebaran dengan nyaman,” tambahnya sambil tersenyum.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, turut memberikan apresiasi atas dedikasi para petugas yang tetap menjalankan tugas di momen penting nasional seperti Idulfitri.
“Petugas PLN adalah garda terdepan dalam menjaga keandalan listrik di tengah momen-momen penting nasional seperti Idulfitri. Kami mengapresiasi mereka yang berjuang pantang menyerah dalam memastikan hari kemenangan tetap terang benderang, dan jutaan keluarga Tanah Air dapat berkumpul bersama dengan nyaman,” jelas Darmawan.
Baca Juga:
Cerita Pemudik Ikut Program PLN: Hemat Biaya hingga Perjalanan Lebih Aman
Dalam rangka memastikan keandalan listrik selama periode siaga Idulfitri yang berlangsung pada 12 hingga 31 Maret 2026, PLN mengerahkan sekitar 72 ribu personel yang tersebar di ribuan posko siaga di seluruh Indonesia.
Mereka bekerja tanpa henti, mengawal sistem kelistrikan dari pembangkit, gardu induk, hingga jaringan distribusi ke pelosok negeri.
Meski tidak selalu terlihat oleh masyarakat, para petugas ini memiliki peran vital dalam menjaga terang Indonesia.