Bersama timnya, Zahro turut memastikan keandalan listrik di sejumlah masjid utama di Jayapura, agar umat Muslim dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk selama Idulfitri.
“Kami sudah menyiagakan peralatan cadangan yang siap digunakan jika ada gangguan mendadak. Semua jaringan listrik pun sudah kami periksa dan perbaiki jauh-jauh hari agar kondisinya benar-benar prima," jelas Zahro.
Baca Juga:
Dukung Mudik Ramah Lingkungan, PLN Perkuat Infrastruktur SPKLU di Jalur Trans Jawa
Meski jauh dari keluarga, Zahro tetap menemukan makna kebahagiaan dalam tugas yang ia jalani.
Baginya, menjaga terang listrik di wilayah timur Indonesia adalah bentuk pengabdian yang bernilai tinggi.
Personel PLN ULP Tarakan, Muhammad Hanif Zidan (kanan), memimpin briefing pagi bersama petugas sebelum pelaksanaan salat Idulfitri di berbagai lokasi di Tarakan, Kalimantan Utara pada Sabtu (21/3/2026). Di tengah suasana Lebaran, Hanif dan tim tetap bersiaga mengamankan suplai listrik untuk masyarakat.
Baca Juga:
Cerita Pemudik Ikut Program PLN: Hemat Biaya hingga Perjalanan Lebih Aman
"Saya belajar menyeimbangkan kewajiban sebagai seorang muslim dan tanggung jawab pekerjaan. Saya merasa berbahagia ketika bisa memastikan masjid tetap terang dan masyarakat beribadah dengan tenang. Walaupun raga saya jauh dari keluarga, inilah cara saya merayakan hari kemenangan. Semoga kehadiran saya tetap terasa di hati mereka melalui niat baik dan tanggung jawab ini," ungkap Zahro.
Dedikasi serupa juga datang dari Muhammad Hanif Zidan (26), petugas PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Tarakan, Kalimantan Utara.
Dalam setiap tugasnya di pos siaga maupun gardu listrik, Hanif selalu menunjukkan semangat dan optimisme, meski harus merayakan Lebaran jauh dari keluarga.