WAHANANEWS.CO, Jakarta - Seiring meredanya kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan global setelah Selat Hormuz dinyatakan kembali terbuka untuk pelayaran komersial, Harga minyak dunia mengalami penurunan tajam hingga lebih dari 10 persen pada Jumat (17/4/2026).
Melansir Kompas.com, Sabtu (18/4/2026), penurunan harga minyak dunia terjadi setelah pernyataan dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan otoritas Iran yang menyebut jalur strategis tersebut kini dapat dilalui kembali oleh kapal-kapal tanker minyak.
Baca Juga:
Iran Tuntut Rp4.623 Triliun Imbas Serangan AS dan Israel
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa Selat Hormuz dibuka sepenuhnya untuk pelayaran komersial selama masa gencatan senjata berlangsung.
Respons pasar berlangsung cepat. Dikutip dari The Guardian, harga minyak mentah Brent dilaporkan turun hingga di bawah 90 dollar AS per barrel, sementara minyak mentah AS (WTI) juga merosot signifikan.
Penurunan ini mencerminkan perubahan sentimen pasar dari kondisi kekhawatiran terhadap gangguan pasokan menjadi ekspektasi bahwa distribusi energi global akan kembali normal, meskipun hanya bersifat sementara.
Baca Juga:
Rusia Jadi Andalan Baru, Indonesia Disebut Masuk Zona Aman Ketahanan Energi
Jalur vital energi dunia Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling strategis dalam perdagangan energi global. Sekitar 20 persen pasokan minyak dunia yang diperdagangkan melalui laut melewati jalur ini setiap harinya.
Selama konflik geopolitik yang meningkat sejak akhir Februari 2026, jalur ini sempat mengalami gangguan signifikan.
Penutupan atau pembatasan akses di Selat Hormuz memicu lonjakan harga minyak hingga menembus 100 dollar AS per barrel, bahkan sempat mencapai sekitar 126 dollar AS pada puncaknya.