Dia menambahkan bahwa peralihan dari
bahan bakar fosil yang lebih murah "seharusnya tidak menghancurkan aspirasi
ribuan orang yang kekurangan listrik."
Batu bara saat ini menyumbang hampir
70 persen dari produksi listrik India, meskipun pangsa tersebut telah menurun.
Baca Juga:
Belum Ada Kepastian Dipensiunkan, ALPERKLINAS Sambut Baik Rencana Menteri ESDM Bangun PLTU Ramah Lingkungan
Brait dari Market Forces mengatakan, laporan itu sebagian didorong oleh
percakapan dengan bank, termasuk Barclays Plc dan Credit Suisse Group AG, yang
mengatakan mereka bersedia membiayai Adani karena itu adalah perusahaan yang
beralih ke energi bersih.
Pejabat di Barclays dan Credit Suisse
menolak berkomentar.
State Bank of India, pemberi
pinjaman terbesar di negara itu, belum memutuskan apakah akan membantu
membiayai tambang Carmichael menyusul meningkatnya tekanan dari para aktivis
iklim dan investor.
Baca Juga:
Reklamasi Tambang di Jambi: Antara Kewajiban Hukum dan Kenyataan Pahit di Lapangan
"Banyak perusahaan sektor keuangan
semakin membuat janji seputar perubahan iklim dan bahan bakar fosil, tetapi
Adani benar-benar menguji komitmen tersebut," kata Brait.
Adani diketahui merupakan orang
terkaya kedua di India setelah Mukesh Ambani.
Di jajaran Bloomberg Billionaires Index, Adani menempati peringkat ke-24
dengan kekayaan US$ 55,9 miliar. [qnt]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.