Namun nasi sudah jadi bubur, Kuwait terlanjur hancur, dijarah, dan setidaknya 750 sumur minyak telah terbakar.
Krisis ini berakibat pecahnya negara-negara Arab.
Baca Juga:
Irak Layangkan Nota Protes ke PBB Atas Pelanggaran Udara oleh Pesawat Israel
Tentara Mesir dan Suriah mengambil bagian dalam koalisi, tetapi dikecam oleh negara-negara Arab lainnya.
Lebih dari satu dekade kemudian, yaitu pada tahun 2003, Kuwait gantian berfungsi sebagai jembatan Perang Teluk II oleh pasukan Amerika Serikat dan Barat menyerbu ke Irak untuk kemudian menggulingkan Saddam Hussein.
Dalihnya, Washington menuding Baghdad tengah mengembangkan senjata pemusnah massal. [gun]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.