“NORAD secara rutin melakukan operasi berkelanjutan dan tersebar dalam pertahanan Amerika Utara,” dilanjutkan dalam pernyataan resmi tersebut.
Sementara itu, pasukan Denmark dalam jumlah besar dilaporkan tiba di Greenland pada Minggu malam waktu setempat (19/1/2026), menurut stasiun televisi Denmark TV2.
Baca Juga:
Ribuan Warga Mengamuk dan Protes Keras Rencana Trump: Greenland Tidak Dijual!
Jumlah pasti personel yang dikerahkan tidak diungkapkan secara rinci oleh otoritas militer Denmark.
Sekitar 100 tentara Denmark telah tiba di Nuuk, ibu kota Greenland, dikatakan Komandan Militer Tertinggi Denmark di Arktik, Mayor Jenderal Soren Andersen.
Jumlah yang sama juga telah mendarat di Kangerlussuaq, wilayah barat Greenland, sebagaimana dilaporkan Politico.
Baca Juga:
Ambisi Kuasai Greenland, Trump Gertak 8 Negara Eropa dengan Tarif Impor
Ratusan tentara tersebut dijadwalkan mengikuti latihan ketahanan Arktik sebagai bagian dari peningkatan kesiapsiagaan militer Denmark di kawasan kutub.
“Pengerahan ini merupakan respons terhadap ancaman Rusia, bukan terhadap Presiden AS Donald Trump,” ditegaskan Andersen.
Berulang kali dinyatakan oleh Trump, Greenland dinilai seharusnya menjadi bagian dari Amerika Serikat dengan alasan kepentingan strategis bagi keamanan nasional AS.