Satu awak berhasil diselamatkan beberapa jam kemudian, sementara satu lainnya sempat hilang dan menjadi fokus pencarian intensif militer AS.
Pesawat kedua, A-10 Warthog, juga terkena serangan namun pilotnya berhasil keluar dan tetap mengendalikan pesawat hingga mencapai wilayah udara Kuwait sebelum akhirnya diselamatkan.
Baca Juga:
Tujuh Kapal Malaysia Bebas Meluncur di Selat Hormuz, Anwar: Cukup Telepon Iran Sekali
Militer Amerika Serikat kemudian meluncurkan operasi penyelamatan besar-besaran untuk mengevakuasi awak yang terjebak di wilayah musuh.
“Kami menemukannya! Militer Amerika Serikat baru saja melakukan salah satu operasi pencarian dan penyelamatan paling berani dalam sejarah,” ujar Donald Trump.
Operasi tersebut disebut berlangsung dalam kondisi ekstrem karena pilot berada di wilayah pegunungan yang berbahaya dan berada di belakang garis musuh.
Baca Juga:
Ancaman Trump Soal Penutupan Selat Hormuz, Iran Respons Tuntut Konpensasi
“Prajurit pemberani ini berada di belakang garis musuh di pegunungan Iran yang berbahaya, diburu oleh musuh yang semakin mendekat dari jam ke jam,” kata Donald Trump.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.