Disebutkan dokter tersebut, otoritas memindahkan jenazah korban dari rumah sakit pada Jumat (10/1/2025).
Sebagian besar korban tewas merupakan kalangan muda, termasuk beberapa orang yang ditembak mati di luar kantor polisi di Teheran utara.
Baca Juga:
Minta Teheran Telepon AS, Trump Mendadak Lunak ke Iran
“Mereka tewas di tempat kejadian setelah pasukan keamanan menembakkan senapan mesin,” ujarnya.
Aktivis melaporkan setidaknya 30 orang ditembak dalam insiden di lokasi tersebut.
Kelompok hak asasi manusia pada Jumat (10/1/2025) melaporkan jumlah korban tewas lebih rendah dibanding laporan dokter, meski perbedaan ini diduga akibat metode pendataan yang berbeda.
Baca Juga:
AS Buru Pemimpin Milisi Irak, Hadiah Rp 172 Miliar Disiapkan
Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia yang berbasis di Washington DC melaporkan sedikitnya 63 kematian sejak awal protes, termasuk 49 warga sipil.
TIME menyatakan belum dapat memverifikasi angka-angka tersebut secara independen.
Situasi semakin tegang ketika rezim Iran menyiarkan pernyataan bernada ancaman melalui media resmi.