“Republik Islam tidak akan mundur menghadapi para perusak yang berusaha menyenangkan Trump,” kata Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dalam pidato yang disiarkan Jumat (10/1/2025).
Jaksa Teheran menyatakan para pengunjuk rasa dapat menghadapi hukuman mati.
Baca Juga:
Di Tengah Gelombang Protes, Iran Gantung Pria yang Dituduh Agen Mossad
“Jika peluru mengenai Anda, jangan mengeluh,” ujar seorang pejabat Garda Revolusi Islam di televisi pemerintah, sambil memperingatkan para orang tua agar menjauhkan anak-anak mereka dari protes.
Selama 11 hari pertama demonstrasi, respons rezim diliputi ketidakpastian.
“Saat ini ada banyak perbedaan pendapat di antara pasukan keamanan,” kata seorang petugas polisi anti huru hara berpakaian hitam kepada TIME, Rabu (8/1/2025).
Baca Juga:
Ketegangan di Timur Tengah Trump Beri Peringatan Keras, Iran Siaga Tempur Level Tertinggi
“Ada 100 persen kebingungan di dalam polisi anti huru hara,” tambahnya sambil meminta identitasnya dirahasiakan.
Petugas tersebut mengaku keputusan penting diambil dalam pertemuan tertutup tanpa diketahui aparat lapangan.
“Saya berpangkat senior di sini dan saya tidak tahu apa yang terjadi, mereka melakukan segalanya secara rahasia dan kami takut akan apa yang akan terjadi. Ada kekacauan di mana-mana, di kota, di rumah-rumah, di jalanan, bahkan di dalam kepolisian, dan banyak yang percaya rezim sedang runtuh” katanya.