Langkah ini dilakukan agar kebutuhan energi dalam negeri tetap terpenuhi di tengah ketidakpastian situasi regional.
Sementara itu, kelebihan produksi minyak akan disimpan sebagai cadangan strategis guna menjaga stabilitas pasokan energi nasional.
Baca Juga:
Misi Sulit Timnas Indonesia: Taklukkan Irak dan Jaga Asa Lolos ke Piala Dunia
Sebelumnya, penutupan Selat Hormuz diumumkan oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran.
Pihak Iran memperingatkan bahwa kapal yang mencoba melintasi jalur tersebut berisiko menjadi sasaran serangan.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur pelayaran yang sangat vital bagi perdagangan energi dunia.
Baca Juga:
Pasca Jatuhnya Rezim Assad, Irak Tutup Perbatasan Dengan Suriah
Jalur ini menjadi penghubung utama ekspor minyak dan gas dari kawasan Teluk Persia menuju pasar internasional.
Sebagian besar pengiriman energi dari wilayah tersebut biasanya melewati Laut Arab dan kemudian menuju Samudra Hindia sebelum didistribusikan ke berbagai negara tujuan.
Rute tersebut menjadi tumpuan utama bagi sejumlah produsen energi terbesar di kawasan.