Langkah ini dilakukan agar kebutuhan energi dalam negeri tetap terpenuhi di tengah ketidakpastian situasi regional.
Sementara itu, kelebihan produksi minyak akan disimpan sebagai cadangan strategis guna menjaga stabilitas pasokan energi nasional.
Baca Juga:
19 Pekerja dari Irak-UEA Berhasil Dipulangkan Pertamina ke Tanah Air
Sebelumnya, penutupan Selat Hormuz diumumkan oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran.
Pihak Iran memperingatkan bahwa kapal yang mencoba melintasi jalur tersebut berisiko menjadi sasaran serangan.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur pelayaran yang sangat vital bagi perdagangan energi dunia.
Baca Juga:
Krisis Air Melanda Sungai Tigris, Warisan Peradaban Dunia Terancam Hilang
Jalur ini menjadi penghubung utama ekspor minyak dan gas dari kawasan Teluk Persia menuju pasar internasional.
Sebagian besar pengiriman energi dari wilayah tersebut biasanya melewati Laut Arab dan kemudian menuju Samudra Hindia sebelum didistribusikan ke berbagai negara tujuan.
Rute tersebut menjadi tumpuan utama bagi sejumlah produsen energi terbesar di kawasan.