WAHANANEWS.CO - Iran merespons santai penolakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap syarat perdamaian yang diajukan Teheran dengan menyebut sikap Trump sama sekali tidak penting bagi pemerintah Iran, Senin (11/5/2026).
Seorang sumber yang dikutip media semi-resmi Iran, Tasnim, menegaskan proposal yang diajukan Iran tidak dibuat untuk menyenangkan Presiden AS tersebut.
Baca Juga:
Dua Pendaki Singapura Ditemukan Tewas Berpelukan di Gunung Dukono
"Tidak ada seorang pun di Iran yang menulis proposal itu untuk menyenangkan Trump," kata sumber tersebut.
Sumber itu menambahkan tim negosiasi Iran menyusun proposal perdamaian murni berdasarkan kepentingan dan hak rakyat Iran.
Menurutnya, apabila Trump tidak menyukai isi proposal tersebut maka hal itu justru dianggap lebih baik bagi Iran.
Baca Juga:
Begini Cara Bedakan e-KTP Asli dan Palsu Menurut Dukcapil
"Jika Trump tidak puas dengan proposal Iran, maka itu tentu lebih baik," lanjut sumber tersebut.
Iran juga menuding Trump terus menolak kenyataan bahwa Amerika Serikat telah kalah dari Iran dalam konflik yang berlangsung.
Sebelumnya, Donald Trump pada Minggu (10/5/2026) mengaku telah membaca tanggapan dari pihak Iran terkait proposal damai yang diajukan Amerika Serikat.
Namun, Trump menegaskan dirinya menolak mentah-mentah syarat yang diajukan Teheran karena dianggap tidak dapat diterima.
"Saya baru saja membaca tanggapan dari apa yang disebut 'Perwakilan' Iran. Saya tidak menyukainya - SAMA SEKALI TIDAK DAPAT DITERIMA!" tulis Trump melalui platform Truth Social.
Trump tidak membeberkan secara rinci isi tanggapan Iran terhadap proposal damai tersebut.
Menurut laporan stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB, respons Teheran terhadap proposal Amerika Serikat lebih berfokus pada upaya mengakhiri perang di seluruh lini konflik, terutama di Lebanon.
Sementara itu, laporan The Wall Street Journal menyebut Iran kemungkinan menawarkan skema pengenceran sebagian uranium dengan tingkat pengayaan tinggi dan memindahkan sisanya ke negara ketiga.
Dalam proposal yang disampaikan melalui Pakistan sebagai mediator, Iran juga meminta jaminan bahwa uranium yang dipindahkan akan dikembalikan apabila negosiasi gagal atau Amerika Serikat kembali menarik diri dari kesepakatan.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]