Hanya dengan ditemani laki-laki muhrimnya, khususnya suami, ayah, atau saudara kandung laki-laki, seorang perempuan baru bisa ke pasar.
Iklan, poster, sampai gambar model perempuan harus ditutup atau diturunkan dari jalanan dan pajangan toko.
Baca Juga:
Ledakan di Masjid Afghanistan Telan 3 Korban Jiwa
Warga laki-laki sedikit terhibur karena pertandingan kriket boleh digelar.
Namun, nasib mereka tetap tidak lebih baik. Ada beberapa foto antrean panjang warga laki-laki Kabul yang disinyalir demi mendapat bahan pangan.
Disebutkan ada banyak laki-laki dewasa maupun perempuan, yang dulunya aparatur sipil negara maupun pekerja swasta di berbagai bidang, bersembunyi atau berdiam di rumah.
Baca Juga:
Ledakan di Masjid Kabul Telan Korban Jiwa
Jika terlihat di ruang terbuka, mereka ketakukan akan ditunjuk sebagai oposisi dan terancam dihukum di hadapan penguasa sekarang.
Setidaknya sejak tahun 1970-an sampai setengah abad kemudian, Afghanistan memang tidak pernah benar-benar mengalami masa damai yang panjang.
Kabul sebagai kota utama selalu turut terdampak.