Meski demikian, Kabul juga saksi pelaku berbagai upaya kebangkitan warganya dari cobaan beruntun tersebut.
The Guardian pernah menyebut Kabul ”kota hantu” lantaran begitu hancur penuh puing berserakan di mana-mana usai dikuasai Taliban pertama kali pada pertengahan 1990-an hingga 2001.
Baca Juga:
Ledakan di Masjid Afghanistan Telan 3 Korban Jiwa
Namun, pada 2014, kota ini ada di urutan kelima pemeringkatan kota-kota dunia yang tumbuh paling cepat.
Kemiskinan memang masih membelenggu sebagian besar penduduknya, tetapi Kabul sudah berubah pesat.
Kawasan permukiman dan tempat usaha bermunculan.
Baca Juga:
Ledakan di Masjid Kabul Telan Korban Jiwa
Kemacetan akibat banyaknya mobil di ruas-ruas akses utama menjadi pemandangan biasa.
Kabul optimistis dapat terus bergerak maju.
Optimistis itu memudar cepat ketika Taliban kembali bercokol.