Perekrutan ini sendiri dilakukan di tengah perang yang masih panas dan banyak menggugurkan prajurit.
Di tengah kekurangan prajurit itu, Rusia kewalahan karena tak begitu banyak warganya yang mau bergabung dengan militer. Mereka ogah jika harus pulang tinggal nama.
Baca Juga:
Utusan Khusus Rusia Kirill Dmitriev Umumkan Pembicaraan dengan Perwakilan Pemerintahan Trump
Baru-baru ini, Rusia pun menargetkan warga negara lain seperti Kazakhstan lewat iklan di internet, demikian laporan Reuters.
Mereka dijanjikan pembayaran di muka sebesar 495.000 rubel atau setara USD5.300 (Rp79,9 juta) jika mau menandatangani kontrak dengan militer Kremlin.
Mereka kemudian bakal diberi gaji bulanan setidaknya 190.000 rubel atau USD2.000 (Rp30 juta) dan tunjangan tambahan yang tak dirincikan.
Baca Juga:
Siap Kuasai Udara, Rusia Tampilkan Prototipe Senjata Laser Antidrone
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.