Selain kebutuhan dasar, Lavrov juga menyoroti pentingnya perlindungan hak asasi manusia secara menyeluruh.
Ia menegaskan bahwa hak atas penggunaan bahasa, pendidikan, serta kebebasan beragama harus dijamin sesuai dengan ketentuan hukum internasional dan Konstitusi Ukraina.
Baca Juga:
Ambisi Militer Bripda Rio: Ditolak AS dan Jerman, Berakhir di Medan Donbass Rusia
Lebih lanjut, Lavrov menyampaikan bahwa bagi Rusia, isu utama dalam penyelesaian konflik bukanlah persoalan penguasaan wilayah.
Ia menekankan bahwa perlindungan terhadap manusia menjadi prioritas utama, khususnya bagi warga etnis Rusia dan penutur bahasa Rusia yang tinggal di wilayah Ukraina.
Ia menegaskan bahwa kelompok tersebut telah menetap dan turut membangun wilayah-wilayah tersebut selama ratusan tahun.
Baca Juga:
Heboh Polisi Aceh Gabung Tentara Rusia, Riwayat Pelanggarannya Terbongkar
Dalam kesempatan yang sama, Lavrov juga melontarkan kritik terhadap rencana perdamaian Ukraina yang dirujuk oleh Presiden Volodymyr Zelensky.
Menurut Lavrov, rencana tersebut tidak mencantumkan upaya pemulihan hak-hak etnis Rusia maupun kelompok minoritas nasional lainnya.
Ia juga menilai tidak adanya jaminan yang jelas terkait kebebasan beragama dalam dokumen tersebut.