Padahal, kebebasan berbahasa dan beragama telah diatur dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan tidak seharusnya dijadikan sebagai alat tawar-menawar politik.
Pernyataan Lavrov disampaikan seiring dengan berakhirnya putaran kedua perundingan antara Rusia dan Ukraina yang dimediasi oleh Amerika Serikat.
Baca Juga:
Ambisi Militer Bripda Rio: Ditolak AS dan Jerman, Berakhir di Medan Donbass Rusia
Perundingan tersebut berlangsung di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, namun belum menghasilkan terobosan signifikan.
Kedua pihak hanya mencapai kesepakatan terbatas terkait pertukaran tahanan dalam jumlah besar.
Sementara itu, isu-isu krusial lainnya, seperti pengaturan wilayah dan gencatan senjata, masih belum menemukan titik temu dan tetap menjadi ganjalan utama dalam proses perdamaian.
Baca Juga:
Heboh Polisi Aceh Gabung Tentara Rusia, Riwayat Pelanggarannya Terbongkar
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.