Iran menegaskan program itu bersifat pencegah dan tidak dapat dinegosiasikan.
"Siapa yang akan menempatkan kemampuan [rudal balistik] seperti itu untuk negosiasi, ketika pihak lain terdiri dari sekelompok pengkhianat yang licik?" ujar Sharif.
Baca Juga:
Jebol! Dua Rudal Iran Tembus Pertahanan Israel, Sistem Canggih Dipertanyakan
Rudal baru, menurut Sharif, juga mengirim pesan pada "lapisan kedua" ke beberapa negara Teluk Persia."Yang sangat keliru dengan mengandalkan keamanan mereka sendiri pada rezim Zionis [Israel]," katanya.
Komentar juru bicara IRGC itu muncul dua hari setelah Iran menandai peringatan kedua pembunuhan komandan utamanya, Qassem Soleimani, yang menjadi sasaran serangan udara AS di luar bandara internasional Baghdad.
Sharif mencatat bahwa ambisi Soleimani adalah untuk memberdayakan "front perlawanan", sebuah istilah yang digunakan Iran untuk menggambarkan jaringan proksinya di seluruh Timur Tengah.
Baca Juga:
Iron Dome Israel Diduga Diretas, Rudalnya Malah Hantam Wilayah Sendiri
"Tujuan akhir misi adalah pembebasan Palestina," kata Sharif, menambahkan bahwa pasukan pro-Iran berada di jalur untuk mencapai tujuan itu bahkan setelah kematian Soleimani. [qnt]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.