Peristiwa pelemparan botol terjadi sekitar pukul 17.30 pada Sabtu (5/7/2025) saat Quztaza dan teman-temannya menaiki bus tingkat SMRT layanan 190 dari Bukit Panjang.
Ketika berada di dek atas, Quztaza sempat minum dari sebotol soju sebelum akhirnya turun di halte bus dekat The Heeren di Orchard Road.
Baca Juga:
Harga BBM Tetangga RI Kompak Naik, Singapura Tembus Rp50.676/Liter
Di tangga menuju dek bawah, Quztaza terlibat adu mulut dengan Lim Phang Kai yang saat itu bersama istrinya.
Setelah turun dari bus, Lim dan istrinya kembali duduk di dek atas dengan posisi sang istri berada di dekat jendela.
Saat bus berhenti di lampu merah, Quztaza berjalan di trotoar dan melihat Lim melakukan gestur yang dianggap cabul ke arahnya.
Baca Juga:
Dedikasi Tanpa Batas, WNI Ini Jadi ART Migran Terbaik 2026 di Singapura
Merasa marah, Quztaza melempar botol soju ke jendela bus hingga kaca pecah dan melukai pipi kiri istri Lim.
Quztaza kemudian pergi meninggalkan lokasi, namun aksinya terekam kamera CCTV bus dan kamera pengawas di kawasan The Heeren.
Korban dibawa ke rumah sakit dan dokter menemukan luka robek di pipinya yang memerlukan jahitan.