Jumlah hulu ledak nuklir strategis aktif dibatasi maksimal 1.550 unit untuk masing-masing negara
Jumlah kendaraan dan sistem peluncur strategis termasuk pesawat pembom berat, rudal balistik antarbenua (ICBM), dan rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam (SLBM) dibatasi hingga 800 unit
Baca Juga:
AS Tak Pernah Setujui Iran Perkaya Uranium, Gencatan Senjata Terancam Bubar
Mekanisme inspeksi bersama dan pertukaran data guna memastikan kepatuhan serta transparansi kedua belah pihak
Skema inspeksi ini dirancang untuk membangun rasa saling percaya sekaligus mencegah kesalahpahaman yang berpotensi memicu konflik nuklir.
Jejak sejarah perjanjian START
Baca Juga:
Kapal Selam Nuklir Korut Dipamerkan, Dunia Waspada
Sebelum New START, terdapat dua perjanjian serupa, yakni START I dan START II. START I digagas oleh Presiden AS Ronald Reagan pada masa akhir Perang Dingin.
Meski ide awal muncul di era Reagan, perjanjian tersebut akhirnya ditandatangani oleh Presiden George H.W. Bush bersama Presiden Uni Soviet Mikhail Gorbachev. START I mulai berlaku pada 1994 dan berakhir pada 2009.
Sementara itu, START II disepakati pada 1993, namun tidak pernah diimplementasikan akibat memburuknya hubungan antara Moskow dan Washington.