Berakhirnya New START memicu kecemasan mendalam di Eropa, terlebih di tengah keraguan atas keberlanjutan payung nuklir AS.
Kondisi ini mendorong perdebatan mengenai pertahanan nuklir Eropa, termasuk wacana agar Prancis dan Inggris memperluas perlindungan nuklir ke negara lain seperti Jerman.
Baca Juga:
AS Bakar Rp1.245 Triliun untuk Senjata Nuklir, Angkanya Kalahkan Gabungan 8 Negara
Kanselir Jerman Friedrich Merz mengonfirmasi bahwa pembicaraan semacam itu tengah berlangsung.
"Kami tahu bahwa kami perlu mengambil sejumlah keputusan strategis dan kebijakan militer, tetapi saat ini belum waktunya," ujar Merz.
Hingga kini, belum ada kesepakatan konkret. Salah satu persoalan utama adalah siapa yang berwenang mengambil keputusan peluncuran senjata nuklir, terlebih Rusia menginginkan agar persenjataan nuklir Inggris dan Prancis turut dimasukkan dalam perjanjian baru.
Baca Juga:
Demi Akhiri Perang, Trump Siap Temui Pemimpin Tertinggi Iran
Tanggapan para pemimpin terdahulu
Melalui platform X, Barack Obama mendesak Kongres AS untuk bertindak menjaga kelangsungan New START.
Ia memperingatkan bahwa berakhirnya perjanjian tersebut akan "menghapus puluhan tahun diplomasi secara sia-sia dan berpotensi memicu perlombaan senjata baru yang membuat dunia semakin tidak aman."