Seorang pelarian bahkan mengungkapkan, razia yang meningkat beberapa tahun terakhir hanyalah cara rezim untuk “menutup mata dan telinga rakyat.”
"Itu adalah bentuk kontrol untuk menghilangkan tanda-tanda sekecil apa pun dari ketidakpuasan atau keluhan," ujar seorang pelarian yang diwawancarai.
Baca Juga:
Kim Jong Un Kembali Berkuasa, Perolehan Suaranya dalam Pemilu Bikin Dunia Terdiam
Komisaris Tinggi HAM PBB Volker Turk menggambarkan 10 tahun terakhir sebagai “dekade yang hilang” bagi Korea Utara.
"Dan menyedihkan untuk saya katakan, jika Korea Utara terus berada di jalur yang sama, rakyatnya akan menghadapi penderitaan, penindasan brutal, dan ketakutan yang sudah terlalu lama mereka rasakan," kata Turk.
Ia menegaskan, wawancara yang dilakukan menunjukkan adanya keinginan kuat untuk perubahan, terutama dari kalangan anak muda yang merindukan masa depan berbeda.
Baca Juga:
Dinasti Kim Berlanjut, Anak Kim Jong Un Disiapkan Pimpin Korea Utara
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.