"Analisis preliminer kami menunjukkan bahwa insiden tersebut kemungkinan disebabkan oleh rudal pertahanan udara Ukraina yang ditembakkan untuk melindungi wilayah Ukraina dari rudal jelajah Rusia. Namun, biar saya perjelas dulu: ini bukan salah Ukraina," kata Stoltenberg dikutip TASS.
"Rusia bertanggung jawab penuh karena ia terus melanjutkan (serangan) ilegalnya atas Ukraina," lanjutnya.
Baca Juga:
Rudal Baru Rusia Oreshnik: Jadi Sorotan Dunia Tidak Dapat Dilacak, Dicegat atau Dihancurkan
Stoltenberg menambahkan, NATO akan terus mendukung hak mempertahankan diri Ukraina kendati satu rudalnya sempat nyasar ke salah satu negara anggota.
Lebih lanjut, Stoltenberg menegaskan insiden rudal di daerah perbatasan Polandia ini terindikasi bukan serangan ke salah satu negara NATO. Serangan ke salah satu anggota NATO sendiri dapat mengaktifkan Artikel 5 yang memicu perang besar.
Di lain pihak, Presiden Polandia Andrzej Duda pun mengakui bahwa tidak ada bukti rudal yang nyasar ke negaranya diluncurkan Rusia. Bukti awal menunjukkan rudal itu ditembakkan militer Ukraina.
Baca Juga:
Buruknya Mutu Proyek Pengerjaan Jalan Rigit Beton Depati Duo Nenek, Sejumlah Aktivis Hamparan Rawang Angkat Bicara
"Kemungkinan besar, itu adalah roket S-300 yang dibuat di Rusia pada 1970-an. Jadi pertanyaan selanjutnya adalah: siapa yang meluncurkannya? Dan sejauh ini kami tidak punya bukti bahwa roket itu mungkin diluncurkan oleh Rusia," kata Duda.
"Kemungkinan besar, itu diluncurkan oleh sistem pertahanan udara Ukraina untuk melindungi wilayah Ukraina," lanjutnya. [rds]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.