WAHANANEWS.CO, Jakarta - Penembakan massal kembali terjadi di Amerika Serikat (AS). Kali ini di sebuah masjid, Islamic Center, di San Diego.
Kejadian terjadi Selasa pagi waktu setempat. Tiga orang tewas dalam penembakan yang melibatkan pelaku dua orang remaja, yang kemudian diketahui melakukan bunuh diri.
Baca Juga:
Provokasi Anti-Muslim di Prancis: Kepala Babi Disebar di Masjid dan Jalanan
"Semua orang benar-benar terkejut," kata Ramzy, yang ayahnya menjadi korban tewas penembakan, sambil menatap kosong, dan berusaha memahami apa yang terjadi.
"Sulit dipercaya ini nyata. Kita semua masih mencoba memahaminya," tambahnya mencoba mengerti mengapa "Islamofobia" terjadi dihadapannya dan menewaskan orang tersayangnya.
Ya, Ramzy adalah anak dari Nader Anwar. Ayahnya adalah salah satu dari tiga korban tewas yang dipuji sebagai pahlawan pada kejadian tersebut.
Baca Juga:
Islamofobia di Prancis Terulang, Alquran Dirobek dan Jilbab Dibuang ke Tempat Sampah
Berkat tindakan Anwar, diketahui banyak nyawa selamat. Apalagi wilayah Islamic Center kala itu dipenuhi anak-anak yang sedang bersekolah.
Kronologi
Merujuk AFP, Rabu (20/5/2026), kejadian bermula dari kedua penyerang remaja itu menyerbu kompleks pusat Islam tersebut Senin, dengan niat untuk melakukan kejahatan. Tetapi mereka dihadang oleh petugas keamanan Amin Abdullah.