Ia mulai menembak mereka sambil membunyikan alarm melalui radio. Anwar dan seorang pria lain bernama Mansour Kaziha kemudian memancing para penembak kembali ke tempat parkir.
Menurut Ramzy awalnya ayahnya mendengar tembakan. Ini membuatnya berlari untuk membantu petugas.
Baca Juga:
Provokasi Anti-Muslim di Prancis: Kepala Babi Disebar di Masjid dan Jalanan
"Dia mendengar tembakan dan berlari untuk membantu," kata Ramzy.
"Sayangnya, mereka berhasil membunuhnya ketika mereka keluar dari gedung," tambahnya menyebut ketiga pria tersebut akhirnya tewas di tempat kejadian.
Dalam updatenya, para penyidik kemudian mengidentifikasi penyerang sebagai Cain Clark, 17, dan Caleb Vazquez, 18. Keduanya ditemukan tewas dalam sebuah kendaraan tidak jauh dari lokasi kejadian.
Baca Juga:
Islamofobia di Prancis Terulang, Alquran Dirobek dan Jilbab Dibuang ke Tempat Sampah
Para penyidik meyakini mereka telah menembak diri sendiri. Penggeledahan FBI di rumah mereka menemukan puluhan senjata api, serta amunisi, perlengkapan taktis, dan peralatan elektronik, bersama dengan tulisan-tulisan ekstremis yang menguraikan apa yang menurut FBI adalah "keyakinan agama dan rasial tentang bagaimana dunia yang mereka bayangkan seharusnya terlihat".
Pahlawan
Kepolisian setempat menunjukkan bagaimana ketiga korban memang sosok pahlawan. Mereka berusaha menghalangi pelaku hingga tak memakan banyak korban.