"Aku melihat hal-hal buruk", kata Odai saat dibawa keluar, mengatakan ia melihat korban yang tergeletak di lokasi, seraya menggambarkan tubuhnya gemetar dan merasa sangat takut, dimuat Reuters.
Dulu Kami Merasa Aman
Baca Juga:
Provokasi Anti-Muslim di Prancis: Kepala Babi Disebar di Masjid dan Jalanan
Sebenarnya, kebingungan terpancar di wajah anggota komunitas Muslim yang tiba di masjid dengan membawa bunga di Islamic Center, San Diego. Banyak yang terlalu terkejut untuk berbicara, hanya mengucapkan beberapa kata sebelum menangis atau terdiam.
Dengan pohon-pohon palem yang berdiri di samping menara dan rumah-rumah pinggiran kota yang biasa saja di sepanjang jalan, pinggiran kota ini menampilkan citra Amerika yang damai dan multikultural. Masjid tersebut berfungsi sebagai tempat pemungutan suara dan menarik jamaah dari Timur Tengah, Asia, Afrika, dan Eropa.
Imamnya secara teratur berpartisipasi dalam doa antaragama. Bahkan bersama pendeta gereja Protestan setempat.
Baca Juga:
Islamofobia di Prancis Terulang, Alquran Dirobek dan Jilbab Dibuang ke Tempat Sampah
"Komunitas Muslim ini, mereka benar-benar orang-orang baik," kata seorang tetangga yang sedang berjalan-jalan dengan anjingnya, Katelynn Fisk.
"Mereka tidak pernah memperlakukan siapa pun seolah-olah mereka berbeda, bahkan jika mereka tidak mengikuti keyakinan mereka," tambahnya.
Masjid ini, salah satu pusat Muslim terbesar di kota berpenduduk 1,4 juta jiwa ini. Masjid tersebut selalu menjadi tempat perlindungan.