Dia dan keluarga tidur bersama di satu ruangan di dalam rumah yang dianggap aman.
Menurut Abeer, pasokan listrik di Gaza masih terputus, sementara pasokan bahan makanan masih mencukupi.
Baca Juga:
Israel Putus Listrik ke Gaza, Hamas: Upaya Pemerasan yang Murahan
Abeer menjelaskan, sebagian besar pertokoan di Gaza tutup sejak serangan udara Israel.
Warga Gaza yang hendak membeli pasokan makanan harus berkeliling untuk mencari toko-toko yang kemungkinan masih buka.
Namun mereka takut jika sewaktu-waktu terjadi pengeboman oleh pasukan Israel.
Baca Juga:
Juru Bicara Kemenlu Qatar: Situasi Pascakonflik Gaza Perlu Upaya Kolektif Internasional
"Walaupun kami bepergian dengan mobil atau berjalan kaki, kami takut jika ada bom yang meledak di atas kepala kami," ujar Abeer.
Pembangkit listrik satu-satunya di Gaza ditutup pada Sabtu (6/8/2022) karena kehabisan pasokan bahan bakar.
Perusahaan pembangkit listrik ini kehabisan bahan bakar setelah Israel menutup perlintasan barang dengan Palestina sejak Selasa (2/8/2022).