Penyelidikan itu berkaitan dengan kebijakan industri di berbagai negara serta dugaan praktik kerja paksa dalam rantai pasokan global.
Kondisi ini menunjukkan bahwa negara mitra tetap berpotensi menghadapi penyelidikan dagang maupun ancaman tarif tambahan meskipun telah memberikan berbagai konsesi besar dalam kesepakatan perdagangan.
Baca Juga:
Pimpinan Lembaga Antikorupsi Malaysia Terseret Dugaan Pelanggaran Saham
Bagi banyak pemerintah, situasi tersebut memunculkan pertanyaan mendasar mengenai manfaat mempertahankan perjanjian yang secara politik mahal jika perlakuan tarif yang diterima tetap sama dengan negara lain dan tekanan perdagangan dari Amerika Serikat masih terus berlangsung.
Keputusan Malaysia untuk membatalkan kesepakatan perdagangan tersebut pun diperkirakan dapat menjadi preseden yang mendorong negara-negara lain untuk mengevaluasi bahkan mengakhiri perjanjian serupa dengan Amerika Serikat.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.