Ia menilai Amerika Serikat tetap membutuhkan dukungan intelijen dan kerja sama pertahanan dari Inggris dalam menjalankan operasi terhadap Iran.
“Pada akhirnya, AS membutuhkan kerja sama pertahanan dan dukungan intelijen Inggris saat melaksanakan serangannya terhadap Iran,” katanya.
Baca Juga:
Ngeri! Dua Jet Tempur AS Tabrakan di Udara, Empat Pilot Lolos dari Maut
Di dalam negeri Inggris sendiri, keputusan Starmer menolak penggunaan pangkalan militer memicu reaksi beragam dari publik dan kalangan politik.
Sebagian pihak terkejut dengan sikap tersebut mengingat hubungan personal Starmer dan Trump sebelumnya disebut cukup baik.
Namun tidak sedikit pula yang justru memuji langkah tersebut karena dianggap berani menahan Inggris agar tidak terlibat dalam konflik militer baru di Timur Tengah.
Baca Juga:
Obama Bangga Kesepakatan Nuklir Iran 2015 Tak Picu Pertumpahan Darah
“Saya bukan penggemar Keir Starmer,” tulis komentator Inggris James Melville di media sosial.
Tetapi menurutnya keputusan tersebut layak dihargai jika benar-benar mampu mencegah Inggris terseret ke dalam perang yang berpotensi membawa dampak besar bagi kawasan tersebut.
“Tetapi jika dia berdiri melawan Trump dan mencegah Inggris masuk ke konflik militer lain yang berpotensi menjadi bencana di Timur Tengah, dia akan mendapatkan rasa hormat untuk itu,” imbuhnya.