Ia menilai Amerika Serikat tetap membutuhkan dukungan intelijen dan kerja sama pertahanan dari Inggris dalam menjalankan operasi terhadap Iran.
“Pada akhirnya, AS membutuhkan kerja sama pertahanan dan dukungan intelijen Inggris saat melaksanakan serangannya terhadap Iran,” katanya.
Baca Juga:
Beda Nada dengan Trump, Pentagon Sebut Serangan ke Khamenei Dilakukan Israel
Di dalam negeri Inggris sendiri, keputusan Starmer menolak penggunaan pangkalan militer memicu reaksi beragam dari publik dan kalangan politik.
Sebagian pihak terkejut dengan sikap tersebut mengingat hubungan personal Starmer dan Trump sebelumnya disebut cukup baik.
Namun tidak sedikit pula yang justru memuji langkah tersebut karena dianggap berani menahan Inggris agar tidak terlibat dalam konflik militer baru di Timur Tengah.
Baca Juga:
AS Bersiap Perbesar Serangan ke Iran tapi Stok Rudal Menipis
“Saya bukan penggemar Keir Starmer,” tulis komentator Inggris James Melville di media sosial.
Tetapi menurutnya keputusan tersebut layak dihargai jika benar-benar mampu mencegah Inggris terseret ke dalam perang yang berpotensi membawa dampak besar bagi kawasan tersebut.
“Tetapi jika dia berdiri melawan Trump dan mencegah Inggris masuk ke konflik militer lain yang berpotensi menjadi bencana di Timur Tengah, dia akan mendapatkan rasa hormat untuk itu,” imbuhnya.