WAHANANEWS.CO, Jakarta – Israel melancarkan serangan udara terhadap empat pos perbatasan di wilayah Suriah dan Lebanon, menewaskan dua orang dan melukai puluhan lainnya, pada Rabu (21/1/2026).
Serangan itu dilakukan karena pos-pos tersebut diduga digunakan Hezbollah untuk menyelundupkan senjata.
Baca Juga:
AS Geser Kapal Induk, Israel Sebut AS Siap Hantam Iran
Serangkaian serangan udara Israel kembali mengguncang wilayah Lebanon selatan dan perbatasan Suriah-Lebanon pada Rabu (21/1/2026), menewaskan sedikitnya dua orang dan melukai hampir 20 lainnya, meski kedua pihak secara resmi terikat dalam gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat sejak akhir 2024.
Melansir CNBC Indonesia, Kamis (22/1/2026) Militer Israel mengatakan telah menyerang empat titik perlintasan di perbatasan Suriah-Lebanon yang diklaim digunakan kelompok Hizbullah untuk menyelundupkan senjata. Serangan tersebut dilakukan setelah lebih dulu terjadi sejumlah serangan udara di Lebanon selatan yang menargetkan beberapa lokasi pemukiman.
Israel juga mengklaim telah "mengeliminasi" seorang "penyelundup senjata utama Hizbullah" di wilayah Sidon, Lebanon selatan.
Baca Juga:
Izin Dicabut, UNRWA Kecam Israel: Gaza Butuh Bantuan Bukan Pembatasan
Sebaliknya, militer Lebanon mengecam serangan Israel yang disebut menargetkan "bangunan dan rumah warga sipil" dan menyebutnya sebagai "pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan Lebanon" serta perjanjian gencatan senjata.
Angkatan bersenjata Lebanon juga memperingatkan bahwa serangan semacam itu "menghambat upaya tentara" untuk menuntaskan rencana pelucutan senjata Hizbullah, yang merupakan bagian dari kesepakatan gencatan senjata.
Presiden Lebanon Joseph Aoun mengecam keras tindakan Israel tersebut dan menuding Tel Aviv terus melakukan agresi sistematis yang membahayakan warga sipil.