"Sekali lagi, Israel menjalankan kebijakan agresi sistematis dengan melancarkan serangan udara terhadap desa-desa Lebanon yang berpenduduk, dalam eskalasi berbahaya yang secara langsung menargetkan warga sipil," kata Aoun dalam pernyataan resmi, dilansir Al Jazeera.
"Perilaku agresif yang berulang ini menegaskan penolakan Israel untuk mematuhi kewajibannya yang timbul dari perjanjian penghentian permusuhan," tambahnya.
Baca Juga:
AS Geser Kapal Induk, Israel Sebut AS Siap Hantam Iran
Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan sedikitnya 19 orang terluka akibat serangan udara Israel di kota Qanarit, Lebanon selatan. Sementara itu, Kantor Berita Nasional Lebanon yang dikelola negara menyebut pesawat tempur Israel membombardir sejumlah bangunan di beberapa desa dan kota di selatan Lebanon, termasuk al-Kharayeb, al-Ansar, Qanarit, Kfour, dan Jarjouh.
Serangan dilakukan setelah militer Israel sebelumnya mengeluarkan peringatan bahwa mereka akan menargetkan sejumlah sasaran di dalam wilayah Lebanon.
Pada hari yang sama, Kementerian Kesehatan juga melaporkan satu orang tewas akibat serangan Israel terhadap sebuah kendaraan di kota Zahrani, distrik Sidon. Serangan lain terhadap sebuah mobil di kota Bazuriyeh, distrik Tyre, juga menewaskan satu orang.
Baca Juga:
Izin Dicabut, UNRWA Kecam Israel: Gaza Butuh Bantuan Bukan Pembatasan
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.