Kondisi itu membuat bank sentral Afghanistan ditinggalkan hanya dengan uang tunai di brankasnya.
Uang Hilang?
Baca Juga:
Taliban Tolak Serahkan Bagram, Trump Ancam Afghanistan dengan “Hal Buruk”
Laporan itu juga mempertanyakan keputusan bank sentral Afghanistan mengalihkan sebagian dari cadangannya ke cabang provinsi.
Keputusan itu dinilai berisiko mengingat perkembangan penguasaan wilayah oleh Taliban di seluruh negeri, pada akhir 2020 menjelang kemenangan mereka.
Dikatakan sekitar 202 juta dollar AS (Rp 2,8 triliun) disimpan di cabang-cabang ini pada akhir 2020, dibandingkan dengan 12,9 juta dollar pada 2019 (Rp 184 miliar).
Baca Juga:
Trump Gegerkan Dunia dengan Ambisi Rebut Pangkalan Bagram Afghanistan
Ada pun uang tunai itu tidak dipindahkan karena provinsi mulai jatuh ke tangan Taliban.
"Sejumlah uang dilaporkan hilang (dicuri) dari 'beberapa' cabang provinsi," kata laporan itu, tanpa menyebutkan berapa jumlahnya.
Mehrabi mengatakan, bank sentral sedang menyelidiki uang yang "dicuri" dari tiga cabangnya, dan mengeklaim itu bukan ulah Taliban.