Tentara Rusia mengizinkan Vilson menelepon orang tua istri atau mertuanya, sehingga mereka bisa datang dan menjemput mereka. Para prajurit Moskow berjanji tidak akan menyentuh mereka.
Saat mertuanya tiba, Vilson sudah tak sadarkan diri karena kehilangan banyak darah. Pasukan Rusia kemudian membantu membawa dia ke dalam mobil.
Baca Juga:
Rusia Hujani Drone Ukraina, 77 Pesawat Nirawak Ditembak Jatuh dalam Semalam
Namun, mereka tak diizinkan membawa jenazah Zhulina.
Lalu orang tua Zhulina kembali untuk mengambil jenazah anak mereka.
"Nenek dan kakek adalah pahlawan. Mereka membawa gerobak dan pergi ke sana dengan berjalan kaki. Mereka membuka pintu mobil di depan orang Rusia, mengambil anak mereka, meletakkannya di gerobak dorong, dan mengambil beberapa barang yang ada di sana, lalu kembali," tutur Vilson.
Baca Juga:
Rusia Ancam Tentara Inggris yang Melatih di Ukraina Sebagai Target Sah
Vilson dan kedua anaknya kemudian dirawat selama enam hari untuk pemulihan.
Anak-anaknya bertahan, namun menyaksikan sendiri sang ibu tertembak memiliki efek trauma terhadap mereka, kata Vilson.
"Mereka terkejut saat melihatnya. 'Bu, ibu' teriak mereka. Dia tak menjawab," kata Vilson mengenang peristiwa penembakan itu. [rin]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.