Ia juga menegaskan bahwa keputusan menunda serangan terhadap infrastruktur energi Iran diambil berdasarkan hasil komunikasi tersebut.
"Berdasarkan nada dan isi pembicaraan, yang akan berlanjut sepanjang minggu ini, saya menginstruksikan Departemen Perang untuk menunda semua serangan militer terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran selama lima hari, dengan syarat keberhasilan pertemuan dan diskusi yang sedang berlangsung," tulis Trump.
Baca Juga:
Dituding Pecat Karyawan karena Menjalankan Ibadah, Apple Bayar Kompensasi Rp2,6 Miliar
Optimisme juga disampaikan Trump dalam pernyataan singkat terkait perkembangan tersebut.
"Segala sesuatunya berjalan sangat baik," kata Trump.
Klaim adanya negosiasi ini muncul hanya beberapa jam sebelum berakhirnya ultimatum dua hari yang sebelumnya diberikan Trump kepada Iran.
Baca Juga:
Nekat Bawa Jessica Mila ke Pulau Padar Saat Cuaca Buruk, Kapal Wisata Maloekoe Diprotes Keras
Dalam ultimatum itu, Trump mengancam akan menyerang fasilitas listrik Iran jika Teheran tidak membuka kembali Selat Hormuz.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur strategis yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia.
Iran sebelumnya menutup sebagian jalur tersebut sebagai respons atas serangan militer Amerika Serikat dan Israel sejak 28 Februari 2026.