Dua negara, yakni Rusia dan China, memilih abstain dalam pemungutan suara tersebut.
Resolusi itu membuka jalan bagi implementasi rencana Amerika Serikat, termasuk pembentukan pemerintahan internasional sementara di wilayah Gaza.
Baca Juga:
Sekutu NATO Ogah Bantu AS Serang Iran, Trump Ancam Hentikan Dagang dengan Spanyol
Rencana Gaza versi Trump juga mencakup mandat militer bagi pasukan stabilisasi internasional yang akan dikerahkan dengan koordinasi Israel dan Mesir.
Namun hingga kini, belum ada penjelasan resmi mengenai komposisi pasukan maupun negara-negara yang akan menyumbangkan personel penjaga perdamaian.
Dalam dokumen rencana tersebut, tidak ditemukan skema keterlibatan Hamas, baik secara langsung maupun tidak langsung, dalam pemerintahan Gaza di masa depan.
Baca Juga:
Wakil Bupati Tapanuli Utara Tinjau Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di Pasar Tarutung
Sikap ini sejalan dengan pernyataan berulang Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan pejabat Israel lainnya yang menegaskan komitmen untuk menghapus Hamas secara militer dan politik.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.