Dua negara, yakni Rusia dan China, memilih abstain dalam pemungutan suara tersebut.
Resolusi itu membuka jalan bagi implementasi rencana Amerika Serikat, termasuk pembentukan pemerintahan internasional sementara di wilayah Gaza.
Baca Juga:
Trump Ketahuan Desak Netanyahu Tarik Pasukan Israel dari Suriah dan Lebanon
Rencana Gaza versi Trump juga mencakup mandat militer bagi pasukan stabilisasi internasional yang akan dikerahkan dengan koordinasi Israel dan Mesir.
Namun hingga kini, belum ada penjelasan resmi mengenai komposisi pasukan maupun negara-negara yang akan menyumbangkan personel penjaga perdamaian.
Dalam dokumen rencana tersebut, tidak ditemukan skema keterlibatan Hamas, baik secara langsung maupun tidak langsung, dalam pemerintahan Gaza di masa depan.
Baca Juga:
Sampah Masih Menumpuk Setiap Pagi di Beberapa Titik, Apakah Warga Kota Jambi Sudah Bahagia ?
Sikap ini sejalan dengan pernyataan berulang Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan pejabat Israel lainnya yang menegaskan komitmen untuk menghapus Hamas secara militer dan politik.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.