Sejumlah analis menilai pemilihan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru Iran merupakan pesan politik yang jelas kepada Amerika Serikat.
Guru besar sejarah Iran di Universitas St Andrews, Ali Ansari, menyebut Mojtaba sebagai tokoh garis keras yang telah lama berperan dalam berbagai kebijakan represif di Iran selama lebih dari satu dekade terakhir.
Baca Juga:
Pengungkapan Kasus Narkoba di Jambi Naik 25 Persen, Polda Jambi Amankan Puluhan Tersangka
Sementara itu, analis dari International Crisis Group, Ali Vaez, menilai pemilihan Mojtaba Khamenei merupakan sinyal bahwa kebijakan Iran terhadap Amerika Serikat tidak akan berubah.
Konflik bersenjata tersebut juga mulai mengguncang stabilitas pasar energi global.
Serangan yang dilakukan Iran terhadap berbagai jalur energi telah memicu gangguan besar dalam perdagangan minyak dunia.
Baca Juga:
Kunker Safari Ramadhan ke Kodim 0419/Tanjab, Pangdam XX/TIB Tekankan Profesionalisme dan Kemanunggalan TNI-Rakyat
Lalu lintas kapal di Selat Hormuz yang menjadi jalur utama distribusi energi global dilaporkan hampir lumpuh akibat meningkatnya risiko keamanan.
Harga minyak mentah dunia bahkan telah melonjak melampaui angka 100 dolar Amerika Serikat per barel.
Data dari Rapidan Energy Group menunjukkan sekitar 20 persen pasokan minyak dunia terganggu akibat konflik di Timur Tengah tersebut.