Serangan Iran dilaporkan menargetkan berbagai pusat energi di kawasan, mulai dari Qatar hingga Arab Saudi.
Langkah tersebut dinilai sebagai strategi untuk memaksimalkan tekanan ekonomi terhadap Amerika Serikat dan sekutunya.
Baca Juga:
Bikin Cemas Puluhan Juta Orang, Trump Tancap Gas Cabut Kewarganegaraan Warga Naturalisasi
Meski banyak fasilitas militer Iran diklaim telah dihancurkan oleh serangan Amerika Serikat dan Israel, negara tersebut diduga masih memiliki stok persenjataan yang cukup untuk melanjutkan serangan selama beberapa minggu ke depan.
Sumber-sumber di dalam Iran juga menyebut situasi domestik negara tersebut masih relatif stabil.
Tidak terlihat adanya gelombang protes besar, pembelotan elite politik, maupun retakan dalam struktur pemerintahan.
Baca Juga:
Mamdani Sebut New York Tak Bisa Tangkap Netanyahu Meski Dukung Surat Perintah ICC
Aktivitas masyarakat di Teheran disebut masih berjalan normal dengan pertokoan dan bank tetap beroperasi serta pasokan kebutuhan pokok yang masih tersedia.
Para analis menilai perang ini kini menjadi ujian ketahanan bagi kedua pihak.
Pertanyaan utama yang muncul adalah apakah Iran mampu terus meluncurkan serangan rudal, atau justru Amerika Serikat dan sekutunya yang lebih dulu menghadapi tekanan ekonomi dan politik.