“Setidaknya (kita) ada minyak. Negara lain sampai melakukan penjatahan,” katanya.
Anwar menegaskan keberhasilan tersebut bukan semata hasil kerja individu, melainkan buah dari prinsip kebijakan luar negeri yang dijalankan pemerintah Malaysia.
Baca Juga:
Intelijen AS Heran, Kekuatan Rudal Iran Tetap Utuh Meski Diserang Berminggu-minggu
“Ini bukan karena saya, tetapi karena pendirian kabinet dan prinsip negara kita. Kita harus teruskan hal seperti ini,” ujarnya.
Ia juga menilai tidak banyak pemimpin dunia yang memiliki akses komunikasi langsung dengan Presiden Iran serta mampu memperoleh jaminan keamanan dalam waktu singkat.
Anwar Ibrahim menjabat sebagai Perdana Menteri Malaysia sejak tahun 2022 setelah sebelumnya pernah menjadi Wakil Perdana Menteri pada periode 1993 hingga 1998.
Baca Juga:
Iran Catat Rekor Dunia, Internet Mati 37 Hari Nonstop
Ia lahir di Pulau Pinang pada 10 Agustus 1947 dan dikenal sebagai salah satu tokoh politik berpengaruh di Malaysia.
Pemerintah Malaysia saat ini juga memegang posisi sebagai Ketua ASEAN sejak tahun 2025 di tengah dinamika geopolitik kawasan yang semakin kompleks.
Di sisi lain, Malaysia tidak bergabung dalam Dewan Perdamaian bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menjadi bagian dari dinamika politik global terkini.