Hipertensi yang tidak terkontrol juga meningkatkan risiko gagal jantung, stroke, serangan jantung, penyakit ginjal, hingga gangguan irama jantung seperti fibrilasi atrium.
Dr Gary menyoroti tren meningkatnya kasus hipertensi dan penyakit jantung pada usia muda di Malaysia. Menurutnya, kondisi ini erat kaitannya dengan gaya hidup modern.
Baca Juga:
3 Dampak Serius Serangan Israel ke Iran: Potensi Konflik Kawasan hingga Lonjakan Harga Energi
"Sekitar 20 tahun yang lalu, hipertensi sebagian besar dianggap sebagai masalah bagi orang yang lebih tua. Saat ini, saya memiliki pasien yang baru berusia 20-an atau 30-an," ujarnya.
Ia mengatakan kebiasaan seperti jam kerja panjang, stres kronis, kurang tidur, minim olahraga, merokok, konsumsi garam berlebih, hingga makanan olahan menjadi pemicu utama.
"Tren ini disebabkan oleh jam kerja yang panjang, stres kronis, kurang tidur, kurang olahraga, merokok, asupan garam berlebihan, dan konsumsi makanan olahan yang tinggi. Obesitas dan diabetes semakin meningkatkan risiko, menciptakan 'kelompok faktor risiko kardiovaskular yang berbahaya'," jelasnya.
Baca Juga:
BPBD Jatim Data Kerusakan Bangunan Akibat Gempa di Tuban dan Sekitarnya
Maka dari itu, Dr Gary mengimbau masyarakat mulai rutin memantau tekanan darah, kolesterol, gula darah, hingga berat badan sejak usia 20-an.
Ia menegaskan deteksi dini dan perubahan gaya hidup sehat dapat membantu memperlambat bahkan sebagian membalikkan kerusakan jantung.
"Jangan menunggu gejala muncul untuk memberi tahu Anda bahwa ada sesuatu yang salah. Semakin dini Anda mendeteksi tekanan darah tinggi, semakin besar peluang Anda untuk melindungi jantung Anda," bebernya.