Sebuah penelitian yang dipublikasikan pada 2012 menemukan bahwa berjalan cepat selama 45 menit pada pagi hari dapat memengaruhi respons seseorang terhadap makanan.
Penelitian tersebut menemukan bahwa peserta yang berjalan cepat selama 45 menit pada pagi hari menunjukkan ketertarikan yang lebih rendah terhadap gambar makanan.
Baca Juga:
Hasil Studi: Jalan Cepat Singkat Lebih Sehat daripada Jalan Lambat Berjam-jam
Sebaliknya, ketertarikan terhadap gambar makanan ditemukan meningkat setelah peserta melakukan aktivitas lain pada waktu berbeda.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa aktivitas berjalan kaki pada pagi hari tidak hanya membantu tubuh bergerak, tetapi juga berpotensi memengaruhi respons terhadap makanan.
Jalan Kaki Pertengahan Pagi
Baca Juga:
Studi Global Ungkap Indonesia Jadi Negara Paling Malas Jalan Kaki
Berjalan kaki pada pertengahan pagi dapat menjadi pilihan terutama bagi pekerja kantoran yang menghabiskan waktu berjam-jam dengan duduk di depan komputer.
Setelah bekerja selama beberapa jam, tubuh dapat diberi kesempatan untuk keluar sejenak dari posisi duduk dengan melakukan aktivitas fisik ringan.
Berjalan kaki dalam waktu singkat dapat menjadi cara sederhana untuk menggerakkan tubuh sekaligus memberikan jeda dari rutinitas pekerjaan.