WAHANANEWS.CO, Jakarta - Meningkatnya perhatian dunia terhadap kasus hantavirus yang terjadi di kapal pesiar MV Hondius menjadi peringatan serius bahwa ancaman penyakit zoonosis masih nyata dan dapat muncul sewaktu-waktu.
Situasi tersebut mendorong berbagai negara meningkatkan kewaspadaan, termasuk Indonesia yang dinilai memiliki sejumlah faktor risiko penyebaran penyakit berbasis lingkungan dan hewan.
Baca Juga:
RI Tak Luput Serangan Hantavirus, Ini Jumlah Kasus dan Wilayah Sebaran
Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto meminta pemerintah bersama masyarakat memperkuat langkah antisipasi terhadap potensi penyebaran hantavirus di Tanah Air.
Menurutnya, kasus yang terjadi di luar negeri tidak boleh dipandang sebagai ancaman yang jauh dari Indonesia.
Kasus hantavirus terbaru menjadi sorotan internasional setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memantau wabah Andes virus di kapal pesiar MV Hondius yang berlayar dari Argentina.
Baca Juga:
IDAI Soroti Masa Inkubasi Panjang Hantavirus, Penularan Sulit Terdeteksi
Dalam kejadian tersebut, tiga orang dilaporkan meninggal dunia dan sejumlah penumpang lainnya masuk kategori suspect.
Dua warga Singapura yang sempat berada di kapal itu dinyatakan negatif setelah menjalani pemeriksaan kesehatan dan karantina ketat.
Meski demikian, WHO tetap melakukan pelacakan lintas negara karena Andes virus merupakan satu-satunya jenis hantavirus yang diketahui dapat menular antarmanusia.