Virus ini memiliki tingkat fatalitas lebih tinggi dan menjadi satu-satunya jenis hantavirus yang sejauh ini diketahui bisa menular antar manusia.
Secara umum, hantavirus merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan dari hewan ke manusia, terutama melalui tikus sebagai agen utama penyebaran virus.
Baca Juga:
RI Tak Luput Serangan Hantavirus, Ini Jumlah Kasus dan Wilayah Sebaran
Penularan biasanya terjadi ketika seseorang menghirup udara yang telah terkontaminasi partikel urin, feses, atau air liur tikus.
“Masih banyak masyarakat yang membersihkan gudang, rumah kosong, atau area yang penuh kotoran tikus tanpa perlindungan dapat menjadi jalur penularan. Ini yang harus diedukasi secara serius,” katanya.
Edy menilai ancaman hantavirus sering kali luput dari perhatian karena tidak selalu menimbulkan pandemi besar.
Baca Juga:
IDAI Soroti Masa Inkubasi Panjang Hantavirus, Penularan Sulit Terdeteksi
Padahal, beberapa jenis hantavirus memiliki tingkat kematian yang cukup tinggi, khususnya Andes virus yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan berat.
“Justru karena sifatnya silent threat, kita tidak boleh lengah. Dunia sudah belajar dari pandemi bahwa ancaman kesehatan sering datang dari hal-hal yang awalnya dianggap kecil,” kata Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu.
WHO sendiri telah mengingatkan kemungkinan munculnya kasus tambahan terkait wabah di MV Hondius karena masa inkubasi virus dapat berlangsung lebih dari dua minggu.