Sejumlah negara pun mulai memperketat pemantauan terhadap penumpang yang sempat berada di kapal tersebut.
Legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah III itu juga mendorong pemerintah memperkuat sistem kewaspadaan dini terhadap penyakit zoonosis, termasuk hantavirus, melalui pendekatan One Health yang mengintegrasikan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan.
Baca Juga:
RI Tak Luput Serangan Hantavirus, Ini Jumlah Kasus dan Wilayah Sebaran
Ia menilai terdapat beberapa langkah penting yang perlu segera diperkuat. Pertama, memperluas surveilans terhadap penyakit demam akut yang belum terdiagnosis agar kasus hantavirus tidak luput dari pemantauan.
Kedua, meningkatkan kapasitas diagnosis laboratorium, termasuk pemeriksaan PCR dan serologi di rumah sakit rujukan.
Selain itu, Edy juga menekankan pentingnya pengendalian rodensia dan perbaikan sanitasi lingkungan berbasis masyarakat.
Baca Juga:
IDAI Soroti Masa Inkubasi Panjang Hantavirus, Penularan Sulit Terdeteksi
Menurutnya, pengelolaan sampah, kebersihan permukiman, hingga pengendalian populasi tikus harus menjadi bagian penting dari kebijakan kesehatan publik nasional.
“Pencegahan hantavirus tidak cukup hanya mengandalkan layanan rumah sakit. Ini menyangkut lingkungan hidup sehari-hari masyarakat,” ujarnya.
Di sisi lain, ia meminta edukasi publik diperluas agar masyarakat memahami langkah-langkah sederhana untuk mencegah penularan, seperti menggunakan masker dan sarung tangan saat membersihkan area yang terindikasi banyak tikus, menjaga ventilasi ruangan, serta menghindari kontak langsung dengan tikus.