Ginjal berusaha mengeluarkan glukosa berlebih dari darah, sehingga penderita menjadi sering buang air kecil, bahkan bisa lebih dari 5 liter per hari. Kondisi ini biasanya berlanjut hingga malam hari dan mengganggu tidur.
4. Infeksi jamur yang mudah berulang
Baca Juga:
Catat! Ini Waktu Terbaik Olahraga untuk Turunkan Gula Darah
Diabetes menyebabkan daya tahan tubuh melemah (imunosupresi), sehingga penderita lebih rentan terkena infeksi jamur, terutama candida. Jamur cepat berkembang pada lingkungan kaya gula, termasuk pada area kulit lipatan dan organ intim.
5. Iritasi dan ketidaknyamanan pada area genital
Kadar glukosa yang tinggi dalam urine dapat memicu iritasi pada area genital, yang ditandai dengan gatal, bengkak, hingga sensasi seperti sariawan. Kondisi ini sering dialami karena lingkungan lembap yang mengandung gula memudahkan infeksi.
Baca Juga:
Baik atau Buruk? Air Kelapa untuk Penderita Diabetes
6. Rasa lapar berlebihan (Polifagia)
Ketika kadar gula darah turun drastis, tubuh mengirim sinyal seolah belum memperoleh makanan. Akibatnya, penderita merasa lapar terus-menerus meski sudah makan cukup.
7. Luka sulit sembuh Tingginya kadar glukosa dalam darah dapat merusak pembuluh darah dan menghambat kerja sel endotel yang berperan dalam penyembuhan. Luka, infeksi, atau memar menjadi lebih lama sembuh, sehingga meningkatkan risiko komplikasi.